ditulis 20 Feb 2015, oleh: Admin

KUNJUNGAN MENTERI LHK KE PROVINSI RIAU DALAM RANGKA PELUNCURAN RENCANA AKSI PENCEGAHAN KARHUTLA


 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melakukan kunjungan ke provinsi Riau pada tanggal 16 Februari 2015. Dalam kunjungan tersebut menteri LHK didampingi oleh jajaran eselon I KLHK, pejabat kementerian pertanian, kemendagri, Bareskrim dan pegiat lingkungan hidup Wimar Witoelar.

 

Kunjungan ke provinsi dalam rangka peluncuran rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau. Bertempat di Gedung Daerah Jl. Diponegoro Menteri LHK yang didampingi oleh Plt. Gubernur Riau dan Kapolda Riau meluncurkan rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau

 

Beberapa point penting yang terdapat dalam rencana aksi tersebut meliputi :

1. Peran serta seluruh elemen baik pemerintah pusat, peerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha untuk melakukn pencegahan kebakaran hutan dan lahan
2. Melaksanakan evaluasi terkait luas konsesi perusahaan yang kawasannya terbakar;
3. Menguatkan kapasitas pemerintah daerah dalam resolusi konflik;
4. Menguatkan sistem informasi kebakaran hutan dan lahan;
5. Menguatkan legislasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan;
6. Menguatkan sistem pengawasan berjenjang;
7. Memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap api di kawasan rawan kebakaran;
8. Meningkatkan dukungan kegiatan Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) dan pemberian insentif atas kegiatan tersebut; dan
9. Memastikan tersedianya anggaran yang memadai terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

 

Menteri LHK memberikan apresiasi terhadap rencana aksi pencegahan karhutla di provinsi Riau mengingat provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang mempunyai tingkat kerawan karhutla yang tinggi. Dengan adanya rencana aksi ini diharapkan kebakaran hutan yang besar yang sudah terjadi selama 17 tahun di provinsi Riau tidak terulang kembali. Selama beberapa minggu terakhir, terdeteksi beberapa titik api di wilayah Bengkalis, Dumai, Rohil, Siak dan Indragiri Hilir. Dampak dari karhutla ini, dibeberapa daerah kualitas udara menurun seperti Dumai, Duri, Siak dan tidak terkecuali Pekanbaru. Namun penurunan kualitas udara yang ditandai dengan nilai ISPU tidak membahayakan kesehatan manusia karena masih dalam level sedang ( <100)

 

Namun demikian, menteri LHK mengingatkan kembali Bupati/walikota terus melakukan pemantauan dan pencegahan bersama-sama dengan dunia usaha dan memperhatikan areal terbuka di lahan masing-masing dan lahan sekitarnya yang ada indikasi konflik dengan masyarakat. Jika ada pembakaran, harus segera diambil tindakan tegas opelh aparat penegak hukum. Disamping itu, Menteri LHK memerintahkan perusahaan agar membuat sekat kanal dan jika perlu menutup kanal-kanal, sehingga rawa gambut kembali basah dan tidak mudah untuk terbakar. Menteri LHK meminta seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan patroli dan koordinasi secara lebih baik.

 

Acara peluncuran rencana aksi tersebut dihadiri oleh Kepala PPE Sumatera, BLH provinsi Riau dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) serta seluruh bupati dan walikota se Provinsi Riau.