ditulis 04 Mar 2015, oleh: Admin

ISPU Bengkalis dalam Kategori Berbahaya


Rabu, 4 Maret 2015. Satgas Siaga Darurat Bencana Asap melakukan rapat di Posko yang dihadiri oleh perwakilan dari instansi-instansi anggota Satgas, antara lain: BMKG, BPPT, BNPB, LHK PPE Sumatera, BKSDA, dan Dinas Kesehatan. Dalam pertemuan tersebut, BMKG melaporkan kondisi cuaca berdasarkan FDRS untuk wilayah Riau bagian pesisir timur (khususnya Kab. Bengkalis) berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Selain itu jumlah titik api di Riau (dengan tingkat kepercayaan >50%) adalah sebanyak 85 titik dengan jumlah terbanyak di Kab. Bengkalis.

 

Berdasarkan Hasil pantauan ISPU 3 Maret 2015 yang direkap oleh PPE Sumatera, secara umum terjadi penurunan kualitas udara ambien di Provinsi Riau. Hal Ini ditandai dengan mulai terdapatnya lokasi titik pantau dengan nilai ISPU 370 (BERBAHAYA) di Bengkalis dan nilai ISPU 191 (TIDAK SEHAT) di  Bangko, Rokan Hilir.  Sedangkan ISPU untuk wilayah lainnya adalah Pekanbaru : BAIK hingga SEDANG, Kampar : SEDANG, Siak : BAIK hingga SEDANG, Dumai : SEDANG.

 

Selanjutnya berdasarkan laporan dari BPPT disampaikan bahwa BPPT sudah mulai melakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) sejak tanggal 2 s/d 3 Maret kemarin. Kegiatan TMC tersebut dilakukan  di daerah Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, dan Pelelawan dengan penyemaian garam sebanyak 2,8 ton. Rencana TMC juga akan dilakukan oleh BPPT pada hari ini (4 Maret 2015).

 

Dinas Kesehatan Prov. Riau UPT Penanggulangan Krisis Kesehatan menyampaikan bahwa data jumlah penyakit ISPA di Provinsi Riau tanggal 3 Maret 2015 mencapai sebanyak 515 laporan. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan adanya kendala bahwa masih belum semua Kab/Kota yang mengirmkan data penyakit ke Dinas Kesehatan Provinsi setiap harinya. Oleh karenanya diharapkan peran dari BPPD untuk dapat mengusulkan pengiriman surat melalui Kepala Daerah.   

 

Terakhir disampaikan bahwa Satgas Udara sudah melakukan water bombing sebanyak 225 sorties dan TMC sebanyak 3 sorties sejak 12 Februari s/d 3 Maret 2015. Selain itu juga disampaikan bahwa sudah ada 6 pesawat yang standby untuk melakukan pengamatan titik api, water bombing, dan TMC.