ditulis 25 Sep 2017, oleh: admin_umum

935 Jalak dan Kacer Dilepas


~DUMAI (RIAUPOS.CO) - RATUSAN burung dilepaskan di Hutan Konservasi Sungai Dumai, Sabtu (23/9). Burung jenis jalak dan kacer yang dilepaskan itu merupakan hasil tegahan Kantor Pengawasan dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Dumai.

Pelepasan burung itu dilakukan bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Tangkapan itu  merupakan hasil tegahan yang dilakukan oleh KPPBC Dumai pada Kamis (21/9).

Burung yang dilepaskan sebanyak 935 ekor terdiri dari 572 ekor jenis jalak kerbau dan 363 ekor jenis kacer (murai kampung).

~Humas KPPBC Kota Dumai Khairul Anwar  mengatakan, terkait pelepasan burung ini sudah berkoordinasi dengan BKSDA dan hanya 30 sampai 40 persen saja burung yang masih hidup dan itupun dalam kondisi yang sudah menggenaskan akibat lama terkurung dan bersempit-sempitan di dalam kandang berukuran kecil. “Banyak juga yang mati, yang mati kita kuburkan,” terangnya.

Ia mengatakan secara undang-undang perlindungan hewan burung jenis jalak kerbau dan kacer tersebut bukanlah jenis hewan yang dilindungi, namun jika ingin menjadikan usaha terhadap keberadaan burung ini pemiliknya harus memiliki penangkaran sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8/2014.

Sementara itu pantauan di lapangan, burung yang dilepaskan dalam kondisi yang menggenaskan dimana burung-burung tersebut tidak dapat langsung terbang saat akan dikonservasi. Bahkan sebagian besar burung dalam keadaan sudah mati saat dilakukan pembongkaran kandang burung.(ade)

Read more: http://riaupos.co/162608-berita-935-jalak-dan-kacer-dilepas-.html#ixzz4tf2cOs3r